Siaga Darurat! Gas Beracun Gunung Gede & Erupsi Semeru Picu Evakuasi Ribuan Warga

saintgeorgesflushing – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi peningkatan aktivitas vulkanik di dua lokasi strategis Indonesia. Di Jawa Barat, Gunung Gede menunjukkan lonjakan emisi gas beracun, sedangkan di Jawa Timur, Gunung Semeru kembali erupsi dengan mengeluarkan material vulkanik.


Gunung Gede: Konsentrasi Gas Berbahaya Ancam Wisatawan

  1. Status Siaga Level II (Waspada):
    Sejak 10 Juni 2024, PVMBG mencatat peningkatan signifikan emisi gas CO₂ dan SO₂ di sekitar puncak Gunung Gede. Sebagai contoh, konsentrasi gas di radius 1 km dari kawah mencapai 1.200 ppm—angka yang lebih dari dua kali lipat ambang batas aman (500 ppm).
  2. Dampak pada Masyarakat:
    • Bagi wisatawan, larangan mendaki ke puncak resmi berlaku. Selain itu, pengunjung diminta membatasi waktu beraktivitas di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
    • Di sisi lain, warga sekitar melaporkan gejala kesehatan seperti iritasi mata dan gangguan pernapasan akibat bau belerang yang intens, terutama pada pagi hari.
  3. Tindakan Mitigasi:
    • Untuk mengantisipasi risiko, petugas menutup sementara jalur pendakian Cibodas dan Gunung Putri.
    • Tak hanya itu, PVMBG mewajibkan penggunaan masker gas bagi siapa pun yang beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah.

Gunung Semeru: Erupsi Disertai Hujan Abu dan Awan Panas

  1. Kronologi Erupsi:
    Pada 14 Juni 2024, PVMBG merekam kolom abu setinggi 1,5 km dari puncak Semeru. Tak lama setelahnya, aliran piroklastik (awan panas) meluncur sejauh 4 km ke arah Besuk Kobokan, Lumajang.
  2. Dampak Lingkungan:
    • Akibat erupsi, hujan abu vulkanik menyelimuti Desa Sumberwuluh dan Kecamatan Candipuro.
    • Merespons hal ini, pemerintah lokal menghentikan sementara kegiatan sekolah dan pertanian di lima desa terdekat.
  3. Eskalasi Status Bahaya:
    Seiring meningkatnya aktivitas, zona bahaya diperluas hingga radius 5 km dari kawah. Bahkan, Tim BNPB telah mengungsikan 112 warga di lereng selatan Semeru sebagai langkah darurat.

Upaya Darurat dan Koordinasi Antarwilayah

  • Di Gunung Gede, posko darurat di Kecamatan Cipanas kini aktif memantau distribusi alat pelindung diri. Lebih lanjut, petugas menyiapkan oksigen portabel untuk kondisi darurat.
  • Sementara di Semeru, Pemerintah Lumajang mengalokasikan 12 lokasi pengungsian dan 3.000 masker N95 untuk warga terdampak.

Peringatan PVMBG:
Meskipun belum terjadi erupsi besar, potensi letusan freatik di Gunung Gede dan aliran lahar dingin di Semeru tetap tinggi selama puncak musim hujan,” tegas Kepala PVMBG Hendra Gunawan.

Sebagai langkah preventif, PVMBG mendorong masyarakat memantau perkembangan melalui aplikasi Magma Indonesia dan menghindari seluruh aktivitas di zona berisiko.